Senin, 24 November 2014

Media Sosial, Butuh atau Trend?

Ditengah kehidupan yang sarat teknologi saat ini, interasi sosial masyarakat ikut berubah mengikuti perkembangan teknologi. Interaksi langsung semakin tergerus dengan banyaknya pilihan media sosial yang semakin inovatif dalam layanannya. Belum lagi dengan adanya aplikasi chat yang semakin populer belakangan ini, membuat generasi kita dikatakan sebagai “Generasi Nunduk” yang selalu asyik dengan gadget untuk update sesuatu. Pertanyaannya sekarang, media sosial saat ini apakah suatu kebutuhan atau hanya sebuah trend?


Kebanyakan orang sekarang menggunakan media sosial (medsos) untuk mengekspresikan diri, seperti curhat, ngumpat, beropini, pamer, ngode, modus dan sebagainya. Bahkan hal-hal privasi pun sering diumbar di medsos tanpa memperhatikan resiko bagi yang mengupdate ataupun privasi orang lain yang dibongkar. Poin interaksi sosial sebagai fungsi dari media sosial semakin bergeser. Orang lebih asyik mengutarakan pendapatnya di media sosial daripada ngomong langsung di dunia nyata. Pergeseran dalam penggunaan media sosial juga turut mempengaruhi interaksi dalam dunia nyata. Sebelum makan, makanan difoto dulu, diunggah dan baru dimakan, atau ketika ngumpul, foto dulu kemudian dengan ngobrol-ngobrol dengan teman. Tidak ada yang salah memang, tapi kalo kebablasan atau ketergantungan dengan medsos itu yang salah. Misal ketika ada acara ngumpul-ngumpul, tidak jarang kita lebih sibuk dengan gadget masing-masing daripada sibuk mengobrol satu sama lain.

Pergeseran penggunaan medsos menimbulkan pertanyaan seberapa nyata manfaatnya medsos kini? Ataukah medsos kita telah berubah fungsinya? Dengan berbagai macam pilihan media, orang kini tidak hanya bisa berinteraksi dengan orang yang dikenal tetapi juga mendapat wadah untuk mengekspresikan kemampuan mereka seperti adanya youtube (video), soundcloud (musik), atau instagram (foto). benar banyak orang yang saat ini menggunakan medsos dengan bijak, tidak hanya sebagai interaksi sosial tetapi juga dijadikan sebagai bisnis untuk memasarkan produk-produk. Namun, ada sebagain yang memakai medsos hanya untuk sekedar eksis mengikuti trend. Seperti tidak ada tujuan atau konsep dalam memakai medsos, hanya update suka-suka yang penting disukai orang lain.

Saya sendiri memiliki akun medsos lumayan banyak seperti facebook, twitter, path, blogger, tumblr dan linked In. Akun yang saya sangat aktif saat ini hanya facebook dan twitter. Saya merasakan manfaat dari kedua akun medsos tersebut. Dari Facebook, selain bisa berinteraksi dengan teman saya yang terpisah jarak yang jauh tetapi juga bisa saling diskusi mengenai beberapa hal yang lagi update di publik ataupun twitter, saya lebih banyak mendapatkan informasi dan pengetahuan dari sini. Tinggal follow akunnya, mereka kadang kasih informasi yang singkat dan mudah dipahami. Twitter itu menurutku seperti google kecil tanpa kita harus searching. Tinggal  buka terpampang informasi dan pengetahuan dari akun-akun yang kita foloow. walaupun menurut saya, twitter agak sepi sekarang karena teman-teman saya sudah banyak yang meninggalkan twitter.

Sayapun pernah mengalami Ketergantungan pada medsos seperti jaman friendster dulu, saya merasakan bahwa dunia maya lebih menyenangkan daripada dunia nyata. Bisa berinteraksi orang yang memiliki minat yang sama tanpa bertemu, bahkan bertemu dengan orang diluar negeri. Namun, seiring waktu saya menemukan hal lain yang lebih menarik ketimbang dari medsos. Walaupun kadang saat ini saya kadang suka asyik ber-medsos, salah satu alasannya adalah biar aku tidak merasa sepi. Ini sih agak menyedihkan, soalnya kalo merasa sepi bisa dihapuskan dengan berinteraksi langsung dengan teman kita... di dunia nyata. Seperti orang yang suka update, “sepi nih”, pasti ada yang membalasnya, “go outside and meet someone”.

Penggunaan medsos yang bijak dapat mengurangi pergeseran fungsi medsos dari butuh menjadi trend. media sosial dibuat untuk berinteraksi sosial di dunia maya tanpa mengurangi kualitas interaksi di dunia nyata. Media sosial tidak hanya sebatas untuk pertemanan dan ekspresi diri tetapi juga sebagai kontrol sosial kita terhadap sekitar kita. Gunakanlah secara bijak medsos kita, karena kita hidup di dunia nyata bukan di dunia maya. Sometimes you have to turn off your phone to see around and enjoy before you lost it someday!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar