Sabtu, 09 Februari 2013

Selamat Ulang Tahun Balikpapan

Kota kelahiran saya, tanggal 10 februari 2013 akan merayakan ulang tahun ke-116. Bukan usia yang bisa dibilang muda lagi. Balikpapan telah menjadi salah satu kota terpenting di pulau Kalimantan. Balikpapan dikenal menjadi gerbang Kalimantan, membuat Balikpapan berkembang begitu pesat dibandingkan daerah lain di Kalimantan. Meski begitu, Balikpapan masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Kota Balikpapan memiliki segudang prestasi, salah satu yang sangat mencolok adalah Piala Adipura. Kebersihan kota Balikpapan memang diakui banyak pihak termasuk ASEAN. Jika, saya bandingkan ke kota lain yang saya kunjungi, Balikpapan masih yang terbaik ^0^. Selain itu, Balikpapan memiliki prestasi lain baik di Kaltim maupun nasional yang saya gak bisa disebutkan karena saya gak tahu banyak. Hehehehehe ^^V

Pertumbuhan ekonomi Balikpapan setiap tahun semakin meningkat, yang aku tahu, tingkat pertumbuhan ekonomi Balikpapan per tahun telah mencapai 9%. Sebuah angka yang cukup mengagumkan.Saya harap itu tidak membuat pemerintah Balikpapan diatas angin. Sembarang membuka keran investasi dengan tujuan pembangunan tetapi berefek buruk terhadap masyarakat. Seperti memberi izin pembangunan mall baru, memang supermall sekarang isunya masih gantung. Tetapi kemudian muncul isu City Walk. Entah apa tujuan, saya pikir sudah cukup banyak mall di Balikpapan. Tidak semua ramai dikunjungi oleh masyarakat. karena hal tersebut rencana pemkot mengubah pasar inpress jadi mall sangat ditolak masyarakat. revitalisasi pasar yang dibutuhkan. pemkot jangan hanya pikirkan pertumbuhan secara makro tetapi mikro masyarakat juga dipikirkan.

Misalnya pembangunan minimarket, pengelolaan pasar tradisional di Balikpapan ada yang masih belum maksimal. Pemkot sebaiknya memikirkan pasar tradisional terlebih dahulu ketimbang mengijinkan  minimarket. Orang menengah keatas pengennya ke minimarket  karena nyaman dan gak becek. Ya pemkot buat pasar tradisional seperti yang diinginkan. Saya yakin mindset mereka masih “ibu budi pergi ke pasar”, bukan “ke supermarket, lebih-lebih ke minimarket”.

Pembangunan dengan penumpukan kapital begitu jelas disini. Meski jarak kesenjangan belum terlihat terlalu lebar seperti di Jakarta. Pemerintah kota harus mengubah konsep pembangunan yang dianut. Salah satunya aspek yang sering dikorbankan adalah lingkungan. Sudah menjadi rahasia umum, setiap hujan pasti banyak daerah tergenang dan lama-kelamaan menjadi daerah banjir. Pohon-pohon dan drainase yang tidak berfungsi selayaknya harus diperbaiki.Kasus lain adalah rencana “penggusuran” maskot kota, Beruang Madu, dari KPWLH ke Inhutani karena adanya pengembangan fungsi menjadi bumi perkemahan. Jika alasannya logis , mendesak danjelas gak apa-apa, tapi ini tidak ada angin dan hujan, pemkot berencana memindahkan. Nasib teluk Balikpapan yang tercemar dan hutan lindung yang dilewati jalur jalan tol bpp-smd. Ruang Terbuka Hijau dibalikpapan semakin berkurang, tidak sebanyak 40% seperti hitam diatas putih. Please pemkot, ingat Kalimantan adalah paru-parudunia. Pembangunan berkelanjutan lebih baik dijalankan karena akan berdampakdengan ekonomi berkelanjutan pula. Ingat konsep Green, Clean and Healthy City yang diusung…

Penanganan bencana juga masih ada kekurangan, seperti kebakaran di jalan Borobudur kemarin. Letak pemadam kebakaran tidak sampai 1km dari lokasi kebakaran dan dekat dengan pertamina. Tetapi ketika terjadi kebakaran, penanganan berjalan lambat karena disaat bersamaan telah terjadi kebakaran duluan di daerah lain yang cukup jauh. Sehingga semua pemadam dipanggil kesana.Harus ada perencanaan yang matang mengenai hal tersebut.

Kasus yang lagi panas adalah isu dugaan penjualan aset pemkot berupa lahan seluas 5,3 Ha yang dilakukan oleh wakil walikota Balikpapan. Sempat memicu demo, yang jarang ada dibalikpapan, di DPRD Balikpapan mendukung wawali dan menolak pansus penyelamatan asset yang dibentuk DPRD. Inti masalahnya menurut saya adalah carut marutnya tumpang tindih kepemilikan lahan yang sering terjadi di Balikpapan. Pemkot harus mencermati masalah ini karena konflik agraria di daerah lain tidak jarang memakan korban, jangan sampai hal tersebut terjadi di Balikpapan. Namun, jika kasus itu nantinya benaradanya.Sungguh memalukan, karena Balikpapan jarang sekali terdengar kasus korupsinya.

Masalah lain yang masih perlu diatasi adalah masih klasik dari dulu yaitu air dan listrik. Selain itu, saya baca Koran, pemerintah berencana membuka galian C di Balikpapan, padahal dulu sih semua kegiatan pertambangan dilarang. Ada apakah ini?Pemerintah kota beruba hhaluan?

masalah lain yang perlu diamati adalah masalah kepemudaan di Balikpapan. Pembanguan yang cepat dan berbau kapitalis, membentuk pemuda Balikpapan yang hedonis dan apatis. Hal tersebut harus diakui. Gengsi begitu tinggi untuk selalu update dengan gadget terbaru dan lainnya.  Jangan sampai penerus kota terjebak dengan arus globalisasi yang salah arah.  Pendidikan di Balikpapan harus menanamkan nilai lokal yang bisa diterima oleh mereka.Tidak ikutan geng motor, menjadi tukang keroyok, selalu mejeng dan lain sebagainya. Main itu perlu tapi belajar itu keharusan.

seperti kata-kata dalam Tribun Kaltim tanggal 5 februari "masyarakat balikpapan itu "pendiam", tidak suka rumit-rumit. kalo ada keluhan tidak mau berteriak-teriak atau melakukan reaksi keras. biasanya, lebih suka bergumam atau ngedumel dibelakang”. Ini hanya keluhan saya dan saya belum menemukan saluran yang tepat untuk mengeluarkan unek-unek saya.Saya harap di usia ke-116 ini, Balikpapan menjadi semakin baik, semakin berprestasi baik lokal, nasional dan internasional, tidak ada lagi  air mati atau padam listrik, pemerintah semakin selektif dalam program pembangunan, menjaga aspek ekologis yang ada di Balikpapan, dan semakin-semakin yang lebih positif bagi kota dan seluruh warganya. 

Jika ada salah dalam tulisan ini, saya minta maaf. Ini hanya opini saya semata agar Balikpapan semakin baik. Saya yakin diluar sana, Balikpapan masih menjadi kebanggaan bagi seluruh warga kota, termasuk saya. Balikpapan Kubangun, Kujaga, Kubela. D:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar