Selasa, 31 Mei 2011

Pesan Bpk Imdaad : “Jangan Ganti Motto Beriman”

BALIKPAPAN-Wali Kota Balikpapan, H Imdaad Hamid SE, berpesan kepada penerusnya, duet HM Rizal Effendi SE dan H Heru Bambang SE,  agar motto Beriman yang awalnya dicetuskan oleh almarhum Wali Kota H Syarifoedin Yoes, untuk tidak diganti.

“Karena motto Beriman, yaitu Bersih Indah Aman dan Nyaman merupakan motto yang kali pertama dicetuskan oleh almarhum Syarifoedin Yoes. Oleh Pak Tjutjup Suparna, motto ditambahkan lagi dengan Ku bangun, Ku Jaga dan Ku bela. Karena motto ini sudah ditetapkan dalam Perda,” harap Imdaad, saat memberikan sambutan di acara HKG PKK, belum lama ini.
Selain itu, konsep Madinatul Iman sendiri lebih mengutamakan nilai-nilai warga yang memiliki moral dan spiritual, tetap mengedepankan kerukunan hidup beragama sehingga menimbulkan kenyamanan bagi seluruh warga Kota Balikpapan.

Imdaad juga menegaskan, penutupan lokalisasi Km 17. “Insya Allah ditutup dan saat ini dalam proses persiapan penutupannya. Untuk itu, akan dilakukan proses pemberian ketrampilan pada kurang lebih 400 PSK yang ada disana, untuk dilatih agar dapat diberdayakan, serta tidak lagi bekerja menjadi PSK,” paparnya.
Lewat konsep Balikpapan Beriman dan Balikpapan Madinatul Iman,  tandas Imdaad, maka Balikpapan berusaha untuk mengedepankan dan mengikuti aturan. Misalnya, tidak adanya iklan-iklan wanita berpakaian seronok ataupun iklan minuman keras dan lainnya..
“Harus diketahui, Balikpapan menjadi satu-satunya kota yang menerapkan hal ini. Tentunya, ini jadi hal yang positif bagi warga Balikpapan. Karenanya, dengan konsep Madinatul Iman, diharapkan hal ini dapat terus terjaga,” ucapnya..

Berbicara kota Balikpapan kedepan, Imdaad menilai, nantinya akan jadi jalur alur laut perdagangan internasional, dimana Pelabuhan Semayang akan dilalui 5 ribu kapal laut asing berbagai negara tiap tahunnya.
Dari jumlah ini, tentunya akan berdampak bagi Balikpapan sebagai kota jasa kedepannya. Sebab, keperluan para awak kapal yang berlabuh di Balikpapan tersebut tentunya mereka akan memerlukan air, bahan bakar dan tentunya jika turun ke Balikpapan memerlukan hiburan. “Untuk inilah kita sebagai warga kota untuk tetap terus menggalakkan konsep madinatul iman ini sebagai upaya menjaga kota agar terus kondusif dan nyaman bagi siapapun,” pungkasnya.(bp1)

has taken from balikpapaners.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar